UPDATE INFO !!! untuk Lokasi Ujian masa 2019.1 Wilayah Kota Pasuruan terdapat pembaharuan Lokasi yang sebelumnya di SMKN 1 PASURUAN diganti ke SMK PGRI 2 PASURUAN dengan alamat Jl. Balaikota No.9, Kandangsapi, Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur --- UT Malang menerima pendaftaran mahasiswa baru masa 2019.2 semua jurusan melalui kantor UPBJJ UT JL.Mayjen Sungkono No.9 Malang mulai jam 8.00 sampai 16.30 atau via online http://sia.ut.ac.id

UT MALANG SIAP TINGKATKAN KUALITAS SDM DI KABUPATEN PACITAN

Malang - Peningkatan jumlah mahasiswa selalu menjadi agenda rutin yang harus terus menerus digelorakan oleh Universitas Terbuka dalam rangka memberikan akses pendidikan tinggi seluas-luasnya kepada masyarakat di wilayah . Dalam rangka itulah, Direktur Universitas Terbuka (UT) Malang Dra. Barokah Widuroyekti, M.Pd didampingi dua staf melakukan Audiensi dan sekaligus penjajakan kerjasama dengan Bupati Pacitan, Dr. H. Indartato, MM, pada tanggal 16 Juli 2019. Pertimbangan pemilihan Kabuaten Pacitan bukan tanpa alasan. Dalam beberapa semester terakhir ini, jumlah mahasiswa di Kabupaten Pacitan cenderung mengalami penurunan, khususnya mahasiswa PGSD dan PGPAUD. Meskipun, selama ini sudah ditopang dengan keberadaan pengurus Pokjar, tapi pergerakan jumlah mahasiswa di Kabupaten Pacitan juga belum sesuai harapan.  


  1

Foto bersama Bupati Pacitan beserta jajaran dan Direktur UT Malang beserta Tim

 

Kedatangan Direktur UT Malang diterima langsung Bupati Pacitan di ruang kerja Kantor Bupati Kabupaten Pacitan. Acara pertemuan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut juga diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Drs. Daryono, Kepala Bagian Kerjasama, Para Camat Se-Kabupaten Pacitan, serta Kepala SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Pacitan. Pertemuan ini dilakukan di Aula Kantor Bupati Pacitan yang dimulai dengan pengantar dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan dan dilanjutkan dengan sambutan dan penjelasan dari Direktur UT Malang.

 

Dalam sambutannya, Direktur UT Malang menjelaskan bahwa UT merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang cara pembelajarannya menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh. UT didirikan untuk memberikan kesempatan bagi siapapun guna mendapatkan pendidikan tinggi tanpa dibatasi oleh usia, pekerjaan, dan lokasi. UT pusat bertempat di Jakarta, dibawahnya terdapat Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) yang ada di setiap provinsi dan Kabupaten/Kota, seperti UPBJJ-UT Malang. Setiap  UPBJJ-UT memiliki mitra kerja di tiap Kabupaten/Kota yaitu Kelompok Belajar Mahasiswa (Pokjar). Dalam kesempatan ini pula Direktur UT menjelaskan bahwa UT memiliki 4 fakultas, Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Untuk memenuhi linearitas kualifikasi guru, UT menyediakan Program Studi S1 PGSD-PGPAUD Masukan Sarjana untuk Mendukung pencapaian kualifikasi akademik bagi guru AUD-SD yang telah memiliki kualifikasi S1 dari berbagai disiplin ilmu lain untuk menempuh jenjang S1 Pendidikan Guru Anak Usia Dini atau S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar.  Selain itu, UT juga membuka Program Magister Administrasi Publik, Magister Manajemen, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Pendidikan Dasar. Pada tahun 2019 ini UT juga akan membuka Program Doktor Administrasi Publik dan Manajemen.

 2

 

Direktur UT Malang memaparkan tentang program-program UT di depan Bupati dan para undangan, Kepala Dinas Pendidikan, Camat, Kepala Sekolah SMA dan SMK se Kabupaten Pacitan.

 

Pertemuan ini berjalan harmonis dengan adanya respon yang baik dari Bupati Pacitan. Dalam arahannya Bupati Pacitan menyambut secara positif penawaran UT Malang kepada Pemerintah Kabupaten Pacitan. Bahkan, beliau menceritakan bahwa sejak UT berdiri sudah mengenalnya karena pernah tercatat sebagai mahasiswa UT. Dari beberapa program yang ditawarkan UT, beliau sangat mendukung untuk peningkatan aparat pemerintahan Desa di Kabupaten Pacitan karena saat ini Pacitan memiliki kebutuhan yang mendesak untuk meningkatkan kompetensi para aparatur Desa. Tingkat kompetensi apara Desa belum seperti yang diharapkan, sementara jumlah dana yang dikucurkan kepada setiap desa oleh pemerintah pusat dan memerlukan SDM yang memiliki kompetensi dalam penyusunan pertanggungjawaban anggaran secara akuntabel.Untuk peningkatan kompetensi aparatur Desa ini, Bupati Pacitan menyampaikan bahwa akan memberikan dana tambahan dengan  mengalokasikan anggaran dari APBD sehingga semua aparat Desa di Pacitan bisa memperoleh pendidikan melalui Universitas Terbuka.

 

Sesuai dengan data dari Biro Pusat Statistik, Kabupaten Pacitan memiliki 12 kecamatan,5 kelurahan dan 166 desa, merupakan potensi yang cukup besar bagi UT untuk meningkatkan kualifikasi perangkat desa di kabupaten Pacitan yang dikenal dengan julukan kota sejuta wisata. Jika diasumsikan satu desa memiliki empat perangkat desa berarti kabupaten Pacitan paling sedikit memiliki 684 perangkat desa. Dengan asumsi kasar bahwa separuh dari jumlah perangkat desa tersebut belum berkualifikasi sarjana atau D-IV, maka terdapat 342 perangkat desa yang perlu ditingkatkan kualifikasinya menjadi sarjana atau D-IV. Program yang akan direalisasikan adalah program pendidikan berkelanjutan (PPB) baik itu Administrasi Pemerintahan Desa (APD) maupun Akuntansi Keuangan Desa (AKD). Setiap paket program ditempuh selama 1 (satu) semester dengan 8 (delapan) kali tutorial tatap muka termasuk praktik, yang dapat disetarakan dengan program Diploma 1, serta dapat dialihkreditkan ke program studi yang ada di UT.

Selain itu, UT juga memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan jumlah mahasiswa di Kabupaten Pacitan. Hal ini terkait dengan penjelasan Kepala Dinas Pendidikan bahwa masih banyak guru SD dan PAUD yang belum linier dengan lulusan atau tingkat pendidikannya. Untuk itu, Ke depan Kepala Dinas Pendidikan berjanji akan mendata jumlah guru SD dan PAUD yang kualifikasi pendidikannya belum linier, dan selanjutnya akan diarahkan untuk menempuh pendidikan di UT dengan mengambil Prodi S-1 PGSD – BI.

 

Sebelum acara pertemuan ini ditutup, diberikan waktu untuk sesi Tanya Jawab. Acara ini mendapat perhatian serius dari para undangan. Salah satu pertanyaan dan masukan tersebut antara lain diutarakan oleh perwakilan Bagian Kerjasama Kabupaten Pacitan yang menyampaikan bahwa untuk merealisasikan keinginan Bupati Pacitan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara UT dengan Bupati Pacitan sebagai payung hukum untuk menindaklanjuti rencana bantuan beasiswa kepada perangkat Desa di Kabupaten Pacitan yang akan menempuh perkuliahan di UT.

 

 

 3

Direktur UT Malang dan Bupati Pacitan menerima Cinderamata yang didampingi Koordinator Registrasti Pengujian, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan

 

Sebelum pertemuan ini berakhir Direktur UT Malang dan Bupati Pacitan saling bertukar cinderamata sebagai simbol penjalinan kerja sama. Diharapkan pertemuan ini akan membawa hasil menggembirakan dan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Bupati Pacitan dapat terwujud secepatnya, serta UT Malang siap meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Pacitan.

 

Kontributor : Pardamean Daulay