Pendaftaran mahasiswa baru UT Program Sarjana dan Diploma semester 2019/20.2 bisa dilakukan melalui laman https://sia.ut.ac.id/ atau ke UPBJJ-UT terdekat sebelum 22 Januari 2020.

Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-91

MALANG – Hari Ibu tanggal 22 Desember diperingati oleh civitas UT Malang dengan menggelar upacara bendera. Upacara peringatan hari ibu dihadiri oleh seluruh jajaran civitas UT Malang dan mahasiswa bidikmisi. Bertugas sebagai petugas Upacara Peringatan Hari Ibu adalah mahasiswa bidik misi Program Studi Administrasi Negara. Upacara peringatan hari ibu berlangsung pada senin pagi (23/12) bertempat di halaman depan kantor UT Malang.

hariibu3

Tema peringaatan Hari Ibu ke-91 adalah “Perempuan berdaya, Indonesia Maju". Pada kesempatan tersebut pembina upacara, Direktur UT Malang Dr. Lilik Sulistyowati, M.Si. membacakan amanat sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Salah satu pesan yang terdapat dalam sambutan Menteri adalah perempuan Indonesia harus sadar bahwa memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses ekonomi, politik, sosial , dan sebagainya. Terakhir, Menteri Ida Bagu Ayu Bintang Darmawati bepesan bahwa peringata Hari Ibu tahun ini bisa mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan.

Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan manifestasi perjalanan sejarah perjuangan kaum perempuan dalam ikut serta dalam membangun bangsa. Bermula pada tanggal 28 Oktober 1928 dimana merupakan tanggal adanya kongres pemuda yang selanjutnya diperingati sebagai hari sumpah pemuda. Dalam kongres tersebut sebagian peserta kongres yang merupakan kaum perempuan berinisiatif untuk mengadakan kongres perempuan Indonesia. Kala pertama, Kongres Perempuan 22 Desember 1928 di Yogyakarta mengukuhkan kolaborasi kaum perempuan dengan kaum laki-laki untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. Substansi pokok Kongres Perempuan pertama tersebut adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan dini, poligami dan pendidikan perempuan.

Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) di Indonesia setiap tahunnya untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda bahwa Hari Ibu sebagai rangkaian momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Seperti yang dinyatakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempun dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (diunduh dari https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/84/2422/pedoman-penyelenggaraan-peringatan-hari-ibu-ke-91-tahun-2019) bahwa tema PHI ke-91 tahun 2019 yang lalu adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju sebagai respon strategis atas situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain.

hariibu1 hariibu2


Hari Ibu sebagai pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Respon tersebut menuntut semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan untuk mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. Hal tersebut sebagai partisipasi aktif komitmen global He for She. Oleh sebab itu, Perempuan Indonesia masa kini harus sadar bahwa Perempuan Indonesia mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, serta lainnya. Sejarah perjuangan bangsa dan kebijakan pemeritah RI menegaskan adanya keyakinan bahwa perempuan akan mampu meningkatkan bahwa kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agent of change.

Kontributor: Lulus Sugeng Triandika dan Florentina Ratih Wulandari